Perbandingan Baja Ringan Jogja Dan Kayu

Pilihan bahan sekarang ini begitu bermacam terpenting bahan alternatif kayu serta alternatif kayu untuk konstruksi ialah bahan baja ringan Jogja yang banyak tersebar di market. Pengaplikasiannya juga begitu gampang serta menanyakan juga begitu mudah dibandingkan dengan kayu. Bila tersangkut bahan, waktu akan bangun atau melakukan renovasi rumah, seharusnya kita ketahui berapakah hitungan berbelanja bahan serta ongkosnya, termasuk juga berbelanja untuk bangun kerangka atap rumah.

Dengan pemula seringkali banyak yang mengerti jika coating baja ringan ialah material yang anti karat, atau tidak bisa berkarat benar-benar. Seperti dalam bahan metalik lainnya material baja serta coatingnya akan alami korosi.

Jadi material ini tidak anti karat. Akan tetapi yang disebut dengan material tahan karat ialah material ini akan terkorosi dalam periode waktu yang cukuplah panjang untuk menghabiskannya, dengan anggapan waktu korosi yang dirasakannya ialah karena karat atmosfir.

Pekerjaan penting bermaterial coating ialah untuk mengorbankan diri agar baja yang bekerja meredam susunan tidak berkarat/terkorosi hingga ketebalan baja tidak menyusut, serta yang akan terkorosi ialah bahan coatingnya yang lebih elektronegatif dibanding baja.Ada ikut baja anti karat atau biasa dimaksud ikut Stainless Steel tapi jarang dipakai di Indonesia.

Karena, penentuan bahan jelas, dari kayu atau baja ringan, jelas memengaruhi dana yang perlu disiapkan. Mari kita kalkulasi serta banding. Contohnya berupa pelana ukuran 4×8 m2, berapakah dana yang perlu disiapkan untuk menempatkan kerangka atap memiliki bahan kayu serta memiliki bahan baja ringan.

Dengan atap ukuran 4×8 m2, bermakna ada tiga kuda-kuda yang berada di dua tepi serta satu tengah. Untuk bikin tiga kuda-kuda itu diperlukan minimal 1m3 kayu balok ukuran 8/12. Harga kayu per mtr. kubik seputar Rp3 juta. Diluar itu, kita butuh ikut kayu kaso 4/6 serta reng 3/, di harga seputar Rp2 juta. Jadi, untuk berbelanja bahan serta perlengkapannya seputar Rp 5 juta. Cost yang lain ialah untuk layanan tukang saat satu minggu seputar Rp1,5 juta. Jadi keseluruhan sampai Rp6,5 juta.

Bila tidak terserang rayap, kayu yang baik dapat sampai usia seputar 10 tahun atau lebih. Demikian sebaliknya, untuk rangka baja ringan jelas bebas dari rayap, meskipun tidak ditanggung pada intimidasi korosi. Harga kerangka baja ringan Rp160 ribu per mtr. persegi, itu termasuk juga harga yang tertinggi. Sedang harga yang terendah di rata-rata Rp110 ribu per m2.

Sedang bila kerangka atap itu dibikin berbahan baja ringan, untuk ukuran 4×8 m2, diperlukan bahan baja ringan yang harga nya seputar Rp110 ribu – Rp160 ribu per mtr. persegi. Untuk bahan memerlukan dana sebesar Rp5,12 juta. Ditambah biaya pemasangan, saat 3-4 hari seputar Rp1juta, jadi keseluruhan anggarannya sebesar Rp6,12 juta. Dengan begitu selisihnya tidak jauh berlainan.

Umur baja ringan bergantung dari kecermatan waktu menempatkan serta type baja ringan yang diambil. Semakin berat baja itu, semakin besar juga kekuatannya meredam beban berat rangka itu, baik waktu diinjak ataupun pada atap gentengnya.

Mungkin bila dihitung, perkiraan cost perbaikan rangka atap kayu dengan kayu, atau ganti rangka atap kayu dengan baja ringan tidak berlainan jauh. Akan tetapi keuntungan semakin dapat didapat sesudah atap terpasang. Atap kayu dapat tahan 10tahun, bila tidak diserang rayap. Atap baja ringan dapat seumur bangunan serta bebas rayap. Jadi keseluruhannya, rangka atap baja ringan mempunyai kelebihan lebih dibanding rangka atap dari kayu.

Walau hampir sama ongkosnya, akan tetapi ada banyak segi yang perlu dilihat untuk menjatuhkan pilihan type bahan itu. Salah satunya, dari segi lingkungan, baja ringan jelas adalah pilihan, sebab berbahan tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan. Dari tingkat ketahanan berbahan, baja ringan di daerah perkotaan lebih disarankan. Demikian sebaliknya, bila di daerah pantai, dianjurkan untuk menggunakan bahan kayu, karena baja ringan tidak ditanggung bebas korosi atau karatan.

Advertisements